Wednesday, November 30, 2011

Suara Dunia

●●●●●▬▬▬▬▬▬▬ஜ۩۞۩ஜ▬▬▬▬▬▬●●●●●
.: SUARA DUNIA :.

Hei kamu..
Kita dekat lagi dekat
Tiada laut
mahupun pantai
tiada tembok tiada sempadan

Namun kita tetap jauh
Jauh dek waktu dan pertemuan
Bagai masa terhenti
tatkala kita mampu
mengejar waktu

Kamu tahu?
Situasi itu tanpa rasa
Dimamah kebodohan lalu
Tanpa pengampunan
Kita terdera lagi

Kamu tahukan
Setiamu pembunuh
Ingkarmu penawar
Kau akur aturan dunia
Aku rebah mengaku kalah

Sakit tak terperi
Luka mengalir deras
parah tanpa berwarna
Tiada pengubat untuk
Parah menanti rebah

Hei kamu
Jeritan ini tak didengari
Tanpa suara ku meronta
Kembalikan suara duniaku
Aku benar tersiksa

Nukilan: Khairun Nisaq Taslim
1.17 pagi,
Georgetown, Pulau Pinang
30 November 2011
●●●●●▬▬▬▬▬▬▬ஜ۩۞۩ஜ▬▬▬▬▬▬●●●●●


Kepada semua pembaca, tidak salah untuk meluahkan rasa.Sedih, marah atau gembira. Nabi kita Nabi Muhammad s.a.w. juga pernah menitiskan air mata saat pemergian puteranya, Ibrahim. Namun begitu janganlah keterlaluan sehingga membelakangi syariat. Sentiasalah memohon petunjuk kepada Allah agar kita diberikan yang terbaik ^_^

Apa yang berlaku pada saya, tidaklah seberat dugaan yang Allah beri berbanding sahabat-sahabat saya di Palestin. Dalam mencari yang terbaik, atau yang lebih baik, kita pasti diduga. Dugaan yang pelbagai ini mengajar kita untuk lebih bijak membuat keputusan. Samada kita bertemu dengan orang/perkara yang salah atau, kitaberbuat salah dengan orang/perkara baik. Kedua-duanya adalah ilmu.

Dalam memilih keputusan, jadikan Allah pilihan utama. Gerakan hati mainan syaitan. Utuskan doa kepada Allah agar kesilapan lalu dijadikan ikhtibar dan kesilapan lalu tidak berulang dimasa akan datang. Jangan jadikan silap yang lalu sebagai alasan untuk menempa kesilapan yang akan datang.



"Jangan pernah berhenti berharap pada pertolongan Illahi…
Jangan hanya sujud ke “Sejadah” saat susah.
Jangan hanya mengenal “Telekung” & “Kopiah” saat sesak.
Jangan hanya memandang “Kiblat” saat payah.
Jangan hanya teringat “Wudhu” saat lemas.
Jangan hanya mengenal “Tasbih” saat hanyut.
Jangan hanya memandang “Alam” saat alpa.
Sayang yang tak kelihatan ada pada Hati, letaknya Iman.
Carilah sayang yang Agung itu. Agar sayang tak lagi palsu.."

Sumber: Facebook

 


No comments:

Post a Comment